3 Jenis Kendala yang Harus Diatasi Dalam Usaha Es Teh

Kopi dan teh merupakan minuman wajib masyarakat Indonesia. Hampir semua rumah memiliki kedua bahan ini khususnya teh. Namun kegiatan yang sangat padat membuat masyarakat kini tak lagi bisa menyeduhnya sendiri di rumah sehingga usaha es teh menjadi laris manis di pasaran. Sayangnya, ada beberapa kendala yang harus diatasi oleh para pemiliki franchise teh ini apabila ingin bisnisnya tetap berjalan dalam jangka waktu yang panjang.

Hambatan Usaha Es Teh yang Harus Segera Diselesaikan

Meskipun minuman yang menyegarkan dan bisa menghilangkan dahaga, namun usaha es teh ini juga memiliki kendala yang harus dihadapi seperti:

  • Adanya pesaing baru yang muncul

Seperti yang telah Anda ketahui jika bisnis kuliner adalah salah satu jenis usaha yang paling berkembang sekaligus paling sering munculnya inovasi yang dilakukan oleh seluruh pelaku usahanya. Namun teh disebut minuman kuno dan tak memiliki variasi rasa yang unik, menarik bahkan membuat orang pasti ingin membelinya. Sama halnya dengan makanan, minuman mengalami perkembangan dimana saat ini banyak ditemukan bisnis minuman dingin yang sangat terkenal seperti es capucino cincau, milkshake, bubble ice dan sebagainya. ciri khas konsumen di Indonesia adalah cepat bosan dan butuh sesuatu yang lebih baru sehingga mereka sangat berani untuk mengeksplor dan mencoba sesuatu yang berbeda. Karena itulah sangat sulit bagi usaha es teh untuk berkembang tanpa adanya inovasi meskipun beberapa terobosan telah diciptkan seperti teh aneka rasa hingga milk tea.

  • Diharuskan siap untuk kehilangan uang dan mengalami resiko kerugian

Ketika Anda memtuskan untuk memilih franchise dari bisnis es teh ini, maka Anda diharuskan siap untuk kehilangan uang yang akan digunakan dalam membayar berbagai biaya operasional maupun fee selama menjadi  mitra bahkan jika Anda belum siap sekalipun. Sejak semula, Anda sudah harus membayar biaya investasi awal pada mereka. Belum lagi jika ada biaya royalti maupun franchise fee yang harus dibayarkan secara berkala meskipun usaha yang dijalankan sebenarnya tidak berjalan terlalu sukses. Perlu diketahui juga jika franchise fee sebenarnya memiliki sifat frundable yang artinya uang tersebut tak mungkin ditarik kembali oleh mitra ketika disetorkan kepada pihak franchisor.

  • Diatur oleh pihak franchisor

usaha es tehMeskipun Anda telah membeli produk maupun juga nama dari brand yang Anda pilih, namun bukan berarti Anda bisa menjalankan perdagangan dengan bebas sebab pihak franchisor tetap akan melakukan pengaturan terhadap seluruh mitranya. Salah satunya adalah Anda hanya boleh mengambil bahan baku dari pihak franchisor dan tak boleh mengambil dari supplier lain. Sebenarnya cara ini sangat baik sebab pihak franchisor hanya ingin membuat agar seluruh mitra memiliki kualitas yang sama dengan produk aslinya sehingga mereka melakukan cara ini. Akan tetapi, hal ini juga membatasi pihak franchisee dalam berkarya.

Dengan mengetahui beberapa kendala yang harus dihadapi dalam usaha es teh menggunakan sistem franchise, maka Anda bisa mengambil tindakan guna mengatasi hal itu dan mengembangkan usaha lebih baik lagi.